Kali ini saya senang dan merasa ada nuansa yang berbeda karena bisa membaca dan meresensi buku yang baru terbit (tahun 2018) dan terkenal (tentu saja karena buku ini mengalami tiga kali cetak dalam jangka waktu hanya tiga bulan sejak diterbitkan pertama kali untuk versi Bahasa Indonesia saja, versi Bahasa Inggris belum dihitung). Selain itu, buku ini juga sudah nampak berseliweran di mana-mana, maksut saya di beberapa foto atau postingan tokoh publik, hehe. Mark Manson sekarang juga menjadi lebih terkenal dan quotesnya sudah banyak didengar oleh publik. Di sini saya berkesempatan untuk membaca versi Bahasa Indonesianya. Judul asli buku ini adalah ‘The Art of Not Giving a F*ck’, betul ada sensor di kata terakhir, bukan semata-mata saya yang memberi sensor agar terlihat sebagai orang baik-baik :p.
Friday, 18 May 2018
Resensi Buku ‘Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat’ Karya Mark Manson
Kali ini saya senang dan merasa ada nuansa yang berbeda karena bisa membaca dan meresensi buku yang baru terbit (tahun 2018) dan terkenal (tentu saja karena buku ini mengalami tiga kali cetak dalam jangka waktu hanya tiga bulan sejak diterbitkan pertama kali untuk versi Bahasa Indonesia saja, versi Bahasa Inggris belum dihitung). Selain itu, buku ini juga sudah nampak berseliweran di mana-mana, maksut saya di beberapa foto atau postingan tokoh publik, hehe. Mark Manson sekarang juga menjadi lebih terkenal dan quotesnya sudah banyak didengar oleh publik. Di sini saya berkesempatan untuk membaca versi Bahasa Indonesianya. Judul asli buku ini adalah ‘The Art of Not Giving a F*ck’, betul ada sensor di kata terakhir, bukan semata-mata saya yang memberi sensor agar terlihat sebagai orang baik-baik :p.
Saturday, 29 April 2017
Resensi Novel Dilan Bagian Kedua - Pidi Baiq
Judul : Dilan Bagian Kedua : Dia Adalah Dilanku Tahun 1991
Penulis : Pidi Baiq
Penerbit : Paste Books
Cetakan II : Agustus 2015
Halaman : 344 Halaman
Dilan, dia adalah Dilanku Tahun 1991.
Asal kamunya tetep ada di bumi. Udah cukup, udah bikin aku seneng. -Dilan.
Kalau aku jadi presiden yang harus mencintai seluruh rakyatnya, aduh, maaf aku pasti tidak bisa karena aku cuma suka Milea. -Dilan
Setelah sukses dengan novel Dilan yang pertama, Pidi Baiq kembali mengeluarkan novel bagian kedua. Meskipun 'Dilan' bukan buku pertama karya Pidi Baiq, tapi novel ini yang kemudian menggegerkan bukan hanya kalangan remaja tapi bahkan sampai penggemar sastra klasik. Apalagi tokoh Dilan yang mampu membuat pembacanya berteriak-teriak histeris. Entah kenapa membaca Dilan bagian pertama bisa selalu membuat senyum tersungging di wajah, mampu membuat hati bahagia karena ikut merasakan keasyikan dunia remaja yang ada pada novel ini.
Sebagai penggemar berat Dilan bagian pertama, tentu Dilan bagian kedua ini akan membuat hati senang karena akhirnya kisah Dilan belum usai, kita semua masih bisa menikmati perjalanan Dilan dan Milea. Namun sepertinya, pada novel kedua ini pula pembaca harus berbesar hati menerima 'ending cerita' yang mungkin bisa menyesakkan dada.
Dilan dan Milea adalah remaja di sebuah sekolah di Bandung. Yang membuat menarik adalah cara 'pedekate' Dilan terhadap Milea yang unik, di novel bagian kedua ini akhirnya Dilan dan Milea jadian di warung Bi Eem dengan menggunakan surat perjanjian jadian bermaterai -_- dan lebih banyak diceritakan masa-masa mereka pacaran yang meskipun asik tapi ternyata banyak menjumpai masalah, tidak seperti di bagian pertama novel Dilan yang terkesan lebih ceria.
Dilan yang masih jadi cowok bandel tapi pinter ini semakin larut dalam geng motornya. Lia, panggilan si Milea mulai menasihati Dilan supaya tidak terlalu bandel lagi , tapi jawaban Dilan hanya : 'Kamu pikir bandel itu gampang? Susah. Harus tanggung jawab sama yang dia udah perbuat.'
Kata-kata Dilan ini masih bisa diterima oleh Lia, Lia juga semakin cinta dengan Dilan karena dia bisa mengubah pemikiran Lia dan menjadikan hidup Lia semakin asik. Ketika Dilan mengucapkan kata-kata lucu, Lia sering tertawa dan lebih sering tersenyum. Betapa bahagia itu sederhana ketika melihat Dilan bisa membahagian Lia dengan candaan jahilnya dan dengan jalan-jalan menggunakan motor Dilan.
Tapi, Lia yang sejak dulu sudah banyak disukai dan didekati oleh banyak cowok dan Dilan yang terus menerus terkena masalah membuat hubungan mereka semakin rumit. Lia yang tidak ingin Dilan terlibat masalah, Dilan yang tidak ingin kebebasannya dikekang membuat mereka berdua harus mengambil sebuah keputusan. Konflik demi konflik dialami Lia dan Dilan sampai Dilan sempat masuk dalam tahanan, beberapa orang baru mulai hadir di kehidupan Lia seperti Yugo. Suatu ketika, teman Dilan bernama Akew terbunuh, Dilan sebagai seorang sahabat harus ikut membalas dendam. Lia yang sebenarnya sangat menyayangi Dilan terpaksa pura-pura memutuskan Dilan supaya Dilan tidak melakukan hal-hal berbahaya lagi. Tapi apa yang sudah dikatakan Lia ternyata berakibat fata. Ending cerita dari Dilan bagian kedua ini sebenarnya sudah bisa ditebak, tapi cara penyampaian ceritanya yang ternyata tidak terduga. Dari sini Lia dan Dilan, dan juga para pembaca bisa memahami kata-kata yang tertulis pada bagian sampul buku : 'Tujuan pacaran adalah untuk putus. Bisa karena menikah, bisa karena berpisah.'
Sunday, 16 April 2017
Resensi Buku (Novel) The Architecture of Love - Ika Natassa
The Architecture of Love, Sebuah Rancang Bangun Cinta
Dari pertama melihat sampul novel ini sebenarnya sangaat menarik, berbeda dengan sampul novel lainnya, kali ini gambarnya adalah sketsa kota New York yang berwarna, cocok dengan judul novelnya : The Architecture of Love. Sebenarnya kalau sudah suka dengan salah satu novel karya Ika Natassa pasti tidak akan ragu membeli novel lainnya, karena bisa dikatakan karya Ika Natassa memiliki ciri khas yang membuat satu karya dengan karya lainnya terlihat mirip. Hal itu justru yang membuat saya menunda untuk membeli buku karangan Ika Natassa yang satu ini, tapi akhirnya saya luluh juga karena ingin membaca buku tentang arsitektur tapi yang tidak terlalu berat, dan akhirnya buku ini saya beli juga ketika saya menyempatkan diri jalan-jalan ke toko buku sebelum pergi ke bandara terminal.
Baik, mari sekarang kita bahas mengenai novel metropop ini. Dari judulnya saja terlihat romantis, The Architecture of Love, Arsitektur Cinta. Widih, bagaimana itu, arsitektur dari sebuah cinta, kata yang bahkan seorang filsufpun susah untuk mendefinisikannya. Ternyata yang dimaksud di sini adalah mengenai kisah percintaan dua orang manusia yang sedang tinggal di New York bernama Raia dan River. Raia, seorang penulis yang mengalami writer's block atau kebuntuan dalam menulis ini memutuskan untuk pergi ke New York dengan tujuan mencari ide dan menghilangkan kebuntuannya dalam menulis yang sudah dia alami hampir dua tahun. Cari ide menulis sampai ke New York, bayangkan. Kalau saya paling beli es krim lima ribuan biar bisa nulis lagi. Abaikan.
Nah, di New York itulah dia bertemu dengan River, laki-laki penuh misteri yang akhirnya membuat Raya bisa lebih menikmati kota New York nantinya. River ini adalah tipe laki-laki yang cool, kenapa di novel-novel laki-laki tokoh protagonisnya kebanyakan adalah laki-laki cool? Yaa mungkin kalau yang digambarkan laki-laki genit suka caper di medsos auranya langsung bubar kali ya. River adalah seorang arsitek di Jakarta, sedangkan Raia adalah penulis best seller yang juga tinggal di Jakarta. Raia dan River sama-sama menyimpan rahasia kehidupan yang membuat mereka seakan putus asa. Namun, ketika mereka berdua bertemu di New York, mereka seperti saling menemukan kebahagiaan kembali. River mampu menunjukkan hal-hal menarik selama di New York, tidak lain dan tidak bukan mengenai berbagai arsitektur bangunan yang ada di kota itu. Lambat laun Raia mulai menemukan semangat kembali untuk menulis dengan adanya River yang sering menghambiskan waktu dengannya untuk menjelajah New York, Raia akan menulis cerita sedangkan River akan membuat sketsa apapun yang menarik perhatiannya terutama bangunan-bangunan yang sedang mereka kunjungi.
Dan yang terjadi jika sudah ada laki-laki dan perempuan yang bersama-sama dalam jangka waktu cukup lama adalah jatuh cinta. Raia dan River mulai jatuh cinta satu sama lain, tapi cinta yang mereka jalani tidak semudah itu. Rahasia hidup yang mereka milikilah yang membuat tembok di antara cinta mereka. Rahasia hidup seperti apakah itu? Pasti akan lebih menarik jika teman-teman membacanya langsung di novelnya.
Sebenarnya untuk novel Ika Natassa kali ini agak biasa dibanding dengan A Verry Yuppy Wedding dan Critical Eleven, ini menurut saya lho yaaa. Jadi jalan ceritanya mudah ditebak, mungkin karena cerita ini dulunya adalah cerita bersambung di Twitter sehingga polling pembaca akan mempengaruhi jalan cerita ini. Tapi, sejak awal saya mengira sosok River ini mirip salah satu sosok selebriti Indonesia, dan ternyata di akhir buku Ika Natassa menyebutkan aktor tersebut yang menginspirasinya dalam tokoh River. Yang unik dalam novel ini adalah keterkaitannya dengan novel Critical Eleven, bagi yang sudah membaca Critical Eleven pasti masih melekat cerita antara Anya dan Ale. Raia memiliki nama belakang Risjad yang mana mengingatkan saya pada Aldebran Risjad alias Ale si tokoh utama dalam Critical Eleven, tapi saat itu saya tidak terlalu memikirkan kemiripan nama itu. Mungkin si penulis memang suka menggunakan nama Risjad. Tapi, di bagian akhir novel, surprise! Ternyata Raia Risjad memang masih memiliki hubungan kerabat dengan Ale Risjad. Di sini diceritakan pernikahan Harris yang ketika di novel Critical Eleven baru diceritakan proses lamarannya. Diceritakan pula anak Ale dan Anya yang telah lahir dan menjadi penyatu antara Ale dan Anya. Nah untuk ending antara Raia dan River sepertinya memang harus membaca sendiri supaya bisa menyimpulkan sendiri juga, yang jelas akan ada banyak surprise di dalam novel ini.
Overall, lumayan menghibur membaca The Architecture of Love, saya jadi mendapat ilmu seputar dunia aristektur dan terutama menambah wawasan saya mengenai kota New York. Tapi untuk kisah cintanya, sepertinya kurang mendebarkan seperti di novel sebelumnya. At least, karya Ika Natassa tetap salah satu yang akan terus saya tunggu-tunggu kehadirannya.
Sunday, 9 April 2017
Resensi Buku (Novel) 'Tentang Kamu' Karya Tere Liye
Ketika melihat sampul novel berjudul Tentang Kamu ini, hal pertama yang terlintas di benak saya adala : tidak nyambung. Apa hubungannya novel romantis dengan gambar sepatu tua? Kemudia saya meragukan, apakah novel ini akan jadi saya beli atau tidak. Namun, untuk yang pernah membaca novel Tere Liye, tentu tidak aka meragukan lagi kualitas tulisan dari Tere Liye. Maka saya tidak jadi ragu, saya justru berfikiran kalau novel ini pasti tidak se-mainstream yang dikira orang-orang, jangan-jangan novel ini bukan novel roman percintaan meskipun judulnya mengisyaratkan hal itu.
Mulailah pengembaraan membaca saya dimulai. Cerita diawali dengan perjuangan seorang pengacara muda yang tinggal di London namun ternyata berasal dari Indonesia dalam menuntaskan misteri mengenai menemukan ahli waris dari perempuan kaya asal Indonesia yang baru saja meninggal. Meskipun kekayaannya sangat besar, namun nama perempuan itu tidak pernah terdengar sehingga menjadi perjuangan sendiri untuk menelusuri jejak kehidupan perempuan kaya yang bernama Sri Ningsih itu. Akhirnya perjuangan sang pengacara muda membawa kita pada cerita kehidupan Sri Ningsih yang sangat menarik, cerita utama sebenarnya dari novel ini. Benar saja, ternyata ini bukan novel mengenai percintaan biasa, ini adalah kisah mengenai perjuangan, lika-liku hidup, dan indahnya jalan takdir seorang perempuan yang bahkan tidak pernah diperhitungkan oleh siapapun sebelumnya. Salah satu hal yang saya suka dari tokoh-tokoh novel yang ditulis oleh Tere Liye adalah karakteristiknya. Jika di novel lain tokoh utamanya adalah perempuan/laki-laki yang memiliki kesempurnaan fisik baik itu cantik maupun tampan, Tere Liye tidak ragu untuk menggambarkan bahwa tokoh utamanya adalah orang yang biasa saja, bahkan cenderung tidak menarik bagi pandangan masyarakat umum. Tokoh utama di novel Tere Liye memiliki kekuatan karakter saat dia sudah berhasil dalam perjuangannya, fisik yang menarik bukan lagi menjadi fokus utama.
Sri Ningsih, gadis yang tumbuh di sebuah pulau kecil bersama ayah dan ibunya, namun malang ibu Sri Ningsih kemudian meninggal. Ayah Sri Ningsih menikah lagi dengan seorang gadis, dari sinilah kemalangan hidup Sri Ningsih dimulai. Awalnya ibu tirinya itu sangat menyayanginya, namun lalu Ayah Sri meninggal, dia dianggap sebagai anak pembawa bencana. Hidup Sri yang sudah tidak karuan itu kemudian membawanya tinggal di Jawa bersama adik hasil dari pernikahan Ayahnya dengan ibu tirinya. Ibu tiri Sri yang sudah membuat hidup Sri selama bertahun-tahun tersiksa itu meninggal di rumahnya sendiri akibat kebakaran. Ketika tinggal di Jawa, Sri mengalami pengalaman hidup yang luar biasa, bahkan ia juga mengalami peristiwa '65 yang membuat ia dikejar keanehan selama bertahun-tahun sampai ia meninggal di dunia nantinya di Paris.
Sri hidup merantau ke Jakarta setelah peristiwa '65. Di bagian inilah saya rasa cerita Sri tidak hanya mengandung motivasi namun juga memuat pelajaran berbisnis. Sri diceritakan berhasil merintis usaha berjualannya, hingga perjalanannya menjadi pengusaha yang naik turun. Tidak melulu mengenai perjuangan hidup, novel ini juga menceritakan kisah romantis antara perjumpaan Sri dengan laki-laki yang kelak menjadi suaminya. Fisik Sri yang tidak terlalu menarik (menurut standar industri kecantikan), membuat kisah cinta ini tidak seperti kisah cinta pada umumnya. Petualangan Sri juga berlanjut ketika ia tinggal di Inggris, hingga pindah ke Perancis. Kita benar-benar akan menikmati setting tempat yang berbeda-beda ini.
Saya puas membaca novel Tentang Kamu, isinya yang 'kaya; membuat kita tidak bosan mengikuti alur isinya. Membuat kita mengubah definisi bahwa romantis tidak hanya tentang cinta. Bahwa cinta tidak hanya berisi hal-hal yang manis.
Tuesday, 21 June 2016
Resensi Buku Shopaholic To The Rescue
Berpetualang di Las Vegas Bersama
Si Gila Belanja
Serial
Shopaholic telah mencapai seri ke delapan! Bagi yang mengikuti serial ini dari
awal tentu sudah tidak sabar untuk membaca kelanjutan kisah Becky, si gila
belanja atau shopaholic yang menjadi tokoh utama dalam novel ini. Atau
setidaknya bagi yang pernah menonton film dari seri pertamanya yaitu
‘Confessions Of A Shopaholic’, pasti penasaran bagaimana kehidupan Becky saat
ini yang sudah tidak lajang lagi dan memiliki seorang anak lucu bernama Minnie.
Novel seri ke delapan berjudul ‘Shopaholic To The Rescue’ ini terbit tidak lama
setelah seri ke tujuh ‘Shopaholic To The Stars’ terbit. Dengan sampul buku
berwarna hijau dan ukuran lebih besar dari ukuran serial ke satu sampai enam (meskipun sekarang serial ke satu sampai enam telah dicetak ulang dengan ukuran besar sama seperti seri ke tujuh dan delapan),
membuat novel ini terlihat menarik meskipun ketebalannya lebih tipis dari seri
ke enam.
Judul
‘Shopaholic To The Rescue’ tertulis besar di sampul novel dengan warna ungu, di
bawahnya ada nama Shopie Kinsella sebagai penulis yang juga ditulis dengan
ukuran huruf besar. Lalu ada judul tambahan dalam Bahasa Indonesia yang ditulis
lebih kecil yaitu ‘Si Gila Belanja Ke Las Vegas’. Cerita ini adalah lanjutan
dari novel ‘Shopaholic To The Stars’ yang memiliki ending menggantung. Biasanya
setiap novel dari serial ini pasti berakhir dengan ‘happy ending’, tapi untuk
seri ke tujuh endingnya membuat pembaca penasaran sehingga mau tidak mau ingin
segera membaca kelanjutannya yaitu serial ke delapan. Sepertinya itu yang membuat
serial ke tujuh cepat terbit. Tulisan di sampul novel dicetak agak timbul, jadi
mudah membedakan antara yang asli dengan versi bajakan.
Masih
dengan lika liku kehidupan Becky Brandon (dulu bernama Becky Bloomwood) yang
penuh dengan kejutan, masalah, dan ketegangan namun tetap kocak dan mau tak mau
membuat saya sebagai pembaca sering senyum-senyum sendiri meskipun sedang
membaca di bagian yang menegangkan. Hal itulah yang membuat saya sangat
menggemari serial Shopaholic ini, penulis benar-benar membuat karakter Becky
menjadi karakter yang kuat meskipun dia bukanlah orang sempurna. Becky
benar-benar berbeda dari tokoh utama perempuan dalam novel lain yang pernah
saya baca. Juga berbeda dari tokoh-tokoh dalam novel lain yang ditulis oleh
Sophie Kinsella. Semacam tokoh spesial. Apalagi dari seri pertama hingga seri
ke tujuh ini, Sophie Kinsella sangat konsisten terhadap sifat-sifat Becky dan
tokoh-tokoh lain yang khas.
Becky
Brandon yang dari dulu adalah seorang gila belanja dan sering terjerat utang
telah melalui beberapa fase kehidupan sehingga dia sekarang telah menikah dan
memiliki seorang anak. Becky yang memiliki nama lengkap Rebecca selalu ingin
sahabatnya yaitu Suze selalu menemani setiap kegiatannya. Hingga saat Becky
pindah ke LA, dia juga ingin Suze tinggal beberapa waktu di LA agar mereka bisa
merasakan gemerlapnya Hollywood bersama-sama. Namun, sejak kedatangan Suze ke
LA, masalah malah semakin berdatangan. Suami Suze, Tarquin tiba-tiba bersikap
aneh sejak kenal dengan seorang pelatih di pusat pengembangan jiwa. Ayah Becky
yang memiliki teman lama di LA tiba-tiba datang jauh-jauh dari Inggris ke LA
untuk bertemu dengan temannya itu. Sedangkan Becky yang selama ini terobsesi
dengan dunia glamour, ketenaran, dan ingin sekali menjadi penata gaya artis
seperti melupakan keluarga dan sahabatnya, dia lebih mementingkan bertemu dengan
artis papan atas Hollywood agar karirnya bisa segera menanjak.
Tiba-tiba
Tarquin dan Ayah Becky menghilang. Semua menyalahkan Becky, dia dianggap tidak
peduli pada masalah ayahnya sendiri sehingga ayahnya pergi dengan mengajak
Tarquin untuk mencari teman lamanya. Anehnya, mereka berdua tidak bisa
dihubungi. Kemungkinan mereka pergi bersama pelatih pusat pengembangan jiwa
yang juga atlet voli. Semacam diajak masuk sebuah sekte atau apa. Hingga
akhirnya Ibu Becky, dan tetangganya bernama Janice datang ke LA juga untuk
mencari suaminya. Ini membuat Becky semakin stress, semua orang seperti
menyudutkannya dan menuduhnya bertanggung jawab atas semua ini. Untung saja
suami Becky yaitu Luke mau menemani Becky mencari ayahnya dan Tarquin setelah
sebelumnya mereka sempat bertengkar hebat (di serial Shopaholic To The Stars).
Yang membuat Becky semakin sedih, Suze sahabatnya ikut menyalahkan Becky dan
melakukan gerakan permusuhan bersama Alicia yang daridulu adalah musuh Becky.
Alicia dekat dengan Suze karena ia adalah pemilik pusat pengembangan jiwa yang
mempekerjakan Bryce, pelatih yang diduga mencuci otak Tarquin dan pergi bersama
Ayah Becky. Tapi Becky masih curiga pada Alicia karena mereka dulu sempat
bermusuhan, pasti Alicia tidak tulus membantu Suze untuk menemukan suaminya.
Bagaimanapun
mereka semua (Becky, Luke, Suze, Ibu Becky, dan Janice, Alicia ditambah Minnie,
anak Becky dan Luke) harus melakukan pencarian. Mereka menuju Las Vegas
berdasarkan petunjuk terakhir yang diperoleh. Di Las Vegas inilah keseruan
dimulai. Mulai dari pemandangan alam Las Vegas yang berbeda dari Inggris,
Kasino, Judi, dan ketegangan menjadi satu. Dengan naik mobil RV, mereka juga
melanjutkan perjalanan ke Sedona untuk mencari petunjuk terakhir ketika mereka
sudah hampir putus asa.
Ketika
membaca novel, bukan hanya cerita seru yang kita dapat, namun juga pengetahuan
baru yang belum tentu kita dapat kalau bukan karena membaca novel. Misalnya
siatuasi Las Vegas dan pesta seni yang diadakan di sana. Keseruan stand-stand
yang ada serta pertunjukan dan kompetisi yang unik adalah suatu pengetahuan
baru. Petualangan Becky dalam mencari ayahnya memang paling banyak terjadi di
Las Vegas. Akankah mereka menemukan Tarquin dan Ayah Becky, kenapa mereka
mendadak aneh? Mungkinkah benar mereka masuk dalam suatu sekte karena
terpengaruh Bryce?
Seperti
biasa, serial ini begitu mengasyikkan. Tak ada kata lain selain : Kalian harus
membacanya! Meskipun novel ini adalah serial yang berkesinambungan, tapi tenang
saja, sang penulis tidak akan membuat pembaca bingung meskipun mereka belum
pernah membaca serial sebelumnya. Tidak sabar untuk menunggu kelanjutan serial
Shopaholic lagi!
Wednesday, 6 April 2016
Resensi Novel Ayat-Ayat Cinta 2 Karya Habiburrahman EL Shirazy
Karena novel AAC saya anggap novel
yang ‘bukan sekedar novel’, maka saya langsung penasaran dan mengupas habis
novel sekuelnya yaitu AAC 2 dalam waktu tiga hari saja. Ketika membuka novel
yang memang lebih tebal dari buku pertamanya ini, saya kaget ternyata novel
yang saya beli adalah cetakan ke IV. Dalam kurun waktu satu tahun, buku ini
sudah mengalami IV kali cetakan. Awalnya saya ragu untuk menyelesaikan membaca
novel ini dengan cepat karena terlihat sangat tebal. Tapi, begitu membaca,
kalimat-kalimat Kang Abik yang khas langsung membuat saya menyusuri kehidupan
Fahri selanjutnya.
Dalam buku dengan sampul berwarna
kuning kecoklatan ini, dengan alur maju, penulis menceritakan kehidupan Fahri
setelah menikah dengan Aisha. Ternyata cobaan yang mereka hadapi tidak berhenti
begitu saja setelah Fahri keluar dari penjara (AAC 1). Aisha yang memiliki jiwa
kemanusiaan tinggi ingin pergi ke Palestina untuk membuat novel tentang
anak-anak Palestina bersama Alicia (teman wartawannya), sementara Fahri tidak
ikut mendampingi Aisha. Namun, beberapa hari kemudian Aisha dan Fahri
kehilangan kontak satu sama lain. Penemuan mayat Alicia yang sudah sangat
mengenaskan dan hilangnya kabar dari Aisha menjadi titik awal hari-hari berat
yang harus dilalui oleh Fahri.
Fahri menunggu Aisha bertahun-tahun,
berbagai cara ia lakukan tapi tetap saja ia belum bisa menemukan Aisha. Setiap
hari ia mengirim email untuk Aisha dengan harapan suatu hari Aisha akan
membalas email itu. Fahri lalu membuka hidup baru di Edinburgh dengan bekerja
di University of Edinburgh. Di kota inilah Fahri menemukan pengalaman kehidupan
yang baru. Bersama Paman Hulusi, sopir sekaligus pengawal Fahri, mereka
menjalani kehidupan di Edinburgh dan menghadapi tetangga-tetangganya yang
kebanyakan anti Islam. Masalah-masalah mulai bermunculan dari para tetangganya,
namun Fahri dengan sabar dan penuh taktik menghadapi itu semua. Ia berharap
suatu hari ia bisa akrab dengan semua tetangganya.
Di kota ini Fahri juga bertemu
dengan Heba, seorang gadis muslimah yang menjadi mahasiswinya, Sabina yang
merupakan seorang muslimah tunawisma dan sangat membutuhkan pertolongan, dan
Hulya seorang perempuan yang masih bersaudara dengan Aisha, istrinya. Sosok
Sabina, si gadis berwajah buruk namun baik hati sangat misterius, namun semua
orang yang bertemu dengannya menyukainya. Sementara kehadiran Hulya di
kehidupan Fahri membuatnya mengingat Aisha karena postur tubuh dan wajah Hulya
yang mirip dengan Aisha. Sementara itu, ia juga harus berhadapan dengan Baruch,
tentara Israel yang sangat membencinya. Mau tidak mau Fahri harus menyelesaikan
semua permasalahan itu, sedangkan hatinya terus merindukan Aisha. Tiap kali
mengingat Aisha, Fahri tidak bisa menahan untuk tidak meneteskan air mata.
Fahri seperti mayat hidup tanpa kehadiran Aisha. Akankah Fahri kuat menghadapi
semua masalahnya? Apakah ia masih memiliki keberuntungan sehingga bisa berjumpa
dengan Aisha lagi?
Belajar
Mendidik Anak dan Bertetangga yang Baik Dari Novel AAC 2
Setiap novel yang ditulis Kang Abik
memiliki kekhasan tersendiri. Tidak hanya menyajikan konflik yang mendebarkan,
namun dalam novel AAC 2 ini juga disisipi nasihat, pengetahuan, dan dakwah yang
ditulis bukan sekedar untuk ‘tempelan’. Seperti AAC yang bisa membuat
pembacanya terharu ketika Kang Abik mengutip beberapa hadist, di novel ini
penulis juga banyak memberikan pengetahuan baru untuk pembacanya mulai dari
tentang sejarah pembantaian yang dilakukan karena ideologi nir agama,
nasihat-nasihat dalam menjalani hidup, juga fakta-fakta yang dipaparkan untuk
memperkuat cerita dalam novel ini.
Salah satu hal menarik yang bisa
diambil adalah bagaimana Fahri mencontohkan cara mendidik anak lewat cerita
tentang tetangganya yang masih muda bernama Keira, dan adiknya yang bernama
Jason sangat membenci Fahri. Meskipun Keira telah mencorat-coret mobil Fahri
dengan kata-kata kasar, dan Jason sering mencuri di minimarket milik Fahri,
namun Fahri menghadapi keduanya dengan tenang. Ia bahkan menyusun strategi
untuk membantu kedua kakak beradik itu agar bisa mencapai cita-cita mereka.
Setelah keduanya berhasil, mereka sadar bahwa ternyata Fahri adalah orang baik.
Jason yang dulunya muak melihat wajah Fahri, karena kebaikan yang selalu
diberikan kepadanya ia justru menjadi sahabat Fahri. Kedua anak itu sebenarnya
baik, mereka hanya kurang beruntung karena kondisi ekonomi yang buruk dan
keadaan keluarga yang kurang saling menyayangi satu sama lain menjadikan mereka
sebagai anak-anak yang pemberontak. Dari sini saya bisa melihat untuk mendidik
anak memang diperlukan kesabaran yang lebih. Yang tidak kalah penting adalah
harus ada strategi untuk membuat anak yang tidak bisa dikontrol menjadi anak
yang sayang kepada keluarganya.
Selain bagaimana cara mendidik anak,
cara bertetangga yang baik juga menjadi kisah utama dalam novel ini. Sebagai
pendatang dan memiliki keyakinan yang minoritas di kota itu, Fahri tentu saja
dipandang sebelah mata oleh para tetangganya. Tidak seperti ketika di Mesir, ia
berada di lingkungan yang mendukung dan banyak mahasiswa lain yang senasib
dengannya. Sedangkan di Edinburgh, Fahri harus berjuang menghadapi
serangan-serangan yang berkaitan dengan keyakinannya sebagai seorang muslim.
Fahri tinggal di lingkungan dengan tetangga penganut Yahudi dan Nasrani.
Meskipun hampir semua tetangga membencinya, Fahri tetap memperlakukan mereka
dengan baik. Ia menjalin silaturrahim dengan tetangga dan kerap menolong ketika
mereka mengalami kesusahan. Kebaikan Fahri itu akhirnya berbicara, dengan
sendirinya tetangga Fahri yang dulu memusuhinya justru menjadi orang yang
sangat mencintai Fahri.
AAC 2 ‘MENYEIMBANGKAN’ CERITA SEBELUMNYA
Dulu, saat menyelesaikan novel AAC,
saya merasakan bahwa betapa beruntungnya sosok Fahri yang mendapatkan istri
nyaris sempurna bernama Aisha. Aisha selain cantik, taat pada agama, juga
berasal dari keluarga yang kaya dan sangat cerdas. Saya jadi berpikir bagaimana
jika Aisha tidak sesempurna itu? Di novel ini saya mendapatkan jawaban yang
tidak terduga. Selain itu tokoh dan alur yang ditulis membuat saya penasaran
dan mencoba menebak sebenarnya bagaimana akhir dari adegan ini? Atau siapa
sebenarnya tokoh-tokoh ini?
Kang Abik membuat berdakwah menjadi
mudah. Ketika membaca novel berisi kebaikan, orang tidak akan merasa digurui.
Justru kesadaran tentang kebaikan itu bisa tiba-tiba muncul tanpa disadari
ketika sedang menyelami kehidupan para tokoh di dalam novel. Sarana seperti
novel seperti ini yang seharusnya banyak digunakan bagi para pendakwah untuk
menebar naishat-nasihat. Secara keseluruhan novel ini menarik, apalagi
settingnya berada di Kota Edinburgh yang masih asing di telinga orang
Indonesia. Dengan sajian deskripsi keindahan kota Edinburgh dan sekitarnya
tentu membuat pembaca akan lebih penasaran. Jika novel AAC dijadikan film dan
bisa membuat rekor dengan penonton terbanyak saat itu, maka AAC 2 ini dengan
cerita yang segar namun tetap terkait dengan cerita sebelumnya jika diangkat
menjadi film juga pasti akan bisa mengulang kesuksesan AAC yang pertama.
Wednesday, 4 March 2015
Kegiatan Wonosobo Sekolah SMP 2 Kaliwiro 28 Februari 2015
Tim
Wonosobo Sekolah kembali mengadakan acara sosialisasi pentingnya pendidikan
yang tinggi bagi siswa siswi SMP. Kali ini tim yang beranggotakan Ir. Agus
Subagyo, M.Si (Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan) sebagai koordinator, Dwi
Saraswati, S. STP, M. Si (Alumni IPDN), Lutfi Lenyanti, S. Si, M. Sc (Alumni
UGM) dan Unik Dian Cahyawati (Unnes) mengadakan sosialisasi tersebut di SMP 2
Kaliwiro. Acara yang dimulai sekitar pukul 09.30 itu diawali oleh sambutan
Kepala Sekolah SMP 2 Kaliwiro, selanjutnya diisi dengan materi pengalaman serta
motivasi dari Ir. Agus Subagyo, M.Si. Para siswa kelas IX terlihat antusias
ketika mendengar motivasi dari Bapak Agus, terutama karena penyampaian materi
dilakukan secara akrab pada para siswa, pembicara tidak segan untuk merangkul
siswa maupun bertanya tentang pengalaman mereka.
Bapak Agus ketika memberikan
motivasi di sesi pertama
Sesi
kedua diisi oleh Ibu Saras dan Ibu Lutfi, materi yang diberikan adalah mengenai
motivasi belajar. Di sela-sela acara, pembicara juga mengajak para siswa untuk
berkenalan maupun berbagi pengalaman di depan teman-temannya. Peserta yang
berani maju tersebut mendapat hadiah sebagai penyemangat agar peserta lain juga
berani untuk mengungkapkan pendapatnya.
Para siswa diajak untuk melihat
video motivasi, selain itu pembicara mengadakan permainan kecil di mana mereka
diharuskan untuk berbagi pengalaman menarik maupun cita-cita dengan teman
sebelahnya. Setelah bercerita dengan teman sebelahnya, beberapa siswa maju
untuk berbagi dengan seluruh peserta. Ada siswa perempuan yang menceritakan
cita-cita dan pengalamnnya ketika harus berjuang agar tetap berprestasi
meskipun keluarganya mengalami berbagai keterbatasan hingga meneteskan air mata,
siswa-siswa lain juga ikut menangis ketika mendengar cerita dari temannya itu.
Ibu Saras memberi motivasi dan
berbagi pengalamannya ketika menuntut ilmu di IPDN
Siswa tidak bisa menahan air mata
yang keluar ketika bercerita tentang cita-citanya.
Sesi
terakhir adalah materi cara belajar efektif yang disampaikan oleh Unik Dian.
Ada cara-cara belajar yang bisa diterapkan oleh para siswa terutama untuk siswa
kelas IX yang sebentar lagi akan mengahadapi Ujian Nasional. Siswa dikenalkan
perbedaan antara “study hard” dan “study smart”, waktu-waktu yang efektif untuk
belajar, dan bagaimana agar belajar terasa mudah dan menyenangkan. Namun sangat
disayangkan, kebanyakan peserta yang aktif dan fokus mengikuti acara adalah
siswa perempuan, sedangkan siswa laki-laki yang duduk di bangku belakang
terlihat tidak fokus karena mengobrol dengan teman. Meskipun begitu, siswa
laki-laki yang mengikuti kegiatan dengan aktif juga masih banyak. Mungkin di
lain waktu baik tempat duduk maupun ruangan bisa diatur agar semua peserta bisa
fokus dalam mengikuti acara.
Kegiatan di SMP 2 Kaliwiro ini
berakhir pada pukul 12.00 setelah sesi tanya jawab berakhir. Meskipun tidak
banyak siswa yang mengajukan pertanyaan, namun beberapa siswa yang bertanya
terlihat sudah cukup mewakili pertanyaan teman-temannya.
Seorang siswa laki-laki maju
mengikuti tantangan Bu Lutfi dan Pak Agus
Ibu Saras, Ibu Lutfi, dan Unik Dian
berfoto bersama para peserta perempuan
Subscribe to:
Posts (Atom)





