Monday, 16 July 2018

Resensi Novel Pergi – Tere Liye : Romantisisme dalam Narasi Kelamnya Dunia Shadow Economy




Novel dengan judul yang sederhana, tapi isinya ternyata tidak sesederhana judulnya. Sequel dari novel berjudul Pulang ini masih memiliki gaya cerita yang mirip dengan novel pertamanya, itulah yang membuat saya suka karena saya membeli novel ini dengan tujuan melanjutkan lagi kisah terdahulunya yang saya anggap lumayan asyik untuk cerita yang berlatar di Indonesia dan ditulis oleh penulis Indonesia asli. Tapi, meskipun masih mirip dengan cerita sebelumnya, novel ini menyajikan lebih banyak kejutan yang tidak terduga. Kemunculan tokoh baru dan cerita yang terkuak dari tokoh yang sebelumnya seperti hanya figuran saja merupakan sajian yang menarik. Di novel Pergi ini setting tempatnya juga lebih banyak, berbagai negara menjadi lokasi yang digambarkan dengan sudut pandang berbeda. Jalan cerita masih menegangkan dengan banyak ‘baku hantam’, ditambah judul bab dalam cerita yang seringkali menjebak membuat novel ini memang layak sebagai novel yang mengusung tema misterius.

Thursday, 28 June 2018

Resensi Buku ‘Bukan Buku Diet’ By Alvin Hartanto


        

(Sumber : Goodreads)


        Selama ini saya belum pernah membeli buku tentang diet, kalau buku kesehatan secara umum sih sering, dan itupun jarang yang saya baca sampai habis. Entah kenapa, mungkin karena saya yang dari dulu mudah bosan kalau membaca hal yang berkaitan dengan kesehatan. Saya juga mencari informasi diet setengah-setengah dan melalui internet saja. Alhasil, diet yang saya tahu adalah diet yang (ternyata) sesat! Saya juga baru menyadarinya belum lama ini sebelum menemukan buku yang ditulis oleh Alvin Hartanto.

Friday, 18 May 2018

Resensi Buku ‘Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat’ Karya Mark Manson



            

       Kali ini saya senang dan merasa ada nuansa yang berbeda karena bisa membaca dan meresensi buku yang baru terbit (tahun 2018) dan terkenal (tentu saja karena buku ini mengalami tiga kali cetak dalam jangka waktu hanya tiga bulan sejak diterbitkan pertama kali untuk versi Bahasa Indonesia saja, versi Bahasa Inggris belum dihitung). Selain itu, buku ini juga sudah nampak berseliweran di mana-mana, maksut saya di beberapa foto atau postingan tokoh publik, hehe. Mark Manson sekarang juga menjadi lebih terkenal dan quotesnya sudah banyak didengar oleh publik. Di sini saya berkesempatan untuk membaca versi Bahasa Indonesianya. Judul asli buku ini adalah ‘The Art of Not Giving a F*ck’, betul ada sensor di kata terakhir, bukan semata-mata saya yang memberi sensor agar terlihat sebagai orang baik-baik :p.

Saturday, 29 April 2017

Resensi Novel Dilan Bagian Kedua - Pidi Baiq


Judul          : Dilan Bagian Kedua : Dia Adalah Dilanku Tahun 1991
Penulis       : Pidi Baiq
Penerbit     : Paste Books
Cetakan II : Agustus 2015
Halaman    : 344 Halaman


Dilan, dia adalah Dilanku Tahun 1991.

Asal kamunya tetep ada di bumi. Udah cukup, udah bikin aku seneng. -Dilan.

Kalau aku jadi presiden yang harus mencintai seluruh rakyatnya, aduh, maaf aku pasti tidak bisa karena aku cuma suka Milea. -Dilan

Setelah sukses dengan novel Dilan yang pertama, Pidi Baiq kembali mengeluarkan novel bagian kedua. Meskipun 'Dilan' bukan buku pertama karya Pidi Baiq, tapi novel ini yang kemudian menggegerkan bukan hanya kalangan remaja tapi bahkan sampai penggemar sastra klasik. Apalagi tokoh Dilan yang mampu membuat pembacanya berteriak-teriak histeris. Entah kenapa membaca Dilan bagian pertama bisa selalu membuat senyum tersungging di wajah, mampu membuat hati bahagia karena ikut merasakan keasyikan dunia remaja yang ada pada novel ini.

Sebagai penggemar berat Dilan bagian pertama, tentu Dilan bagian kedua ini akan membuat hati senang karena akhirnya kisah Dilan belum usai, kita semua masih bisa menikmati perjalanan Dilan dan Milea. Namun sepertinya, pada novel kedua ini pula pembaca harus berbesar hati menerima 'ending cerita' yang mungkin bisa menyesakkan dada.

Dilan dan Milea adalah remaja di sebuah sekolah di Bandung. Yang membuat menarik adalah cara 'pedekate' Dilan terhadap Milea yang unik, di novel bagian kedua ini akhirnya Dilan dan Milea jadian di warung Bi Eem dengan menggunakan surat perjanjian jadian bermaterai -_- dan lebih banyak diceritakan masa-masa mereka pacaran yang meskipun asik tapi ternyata banyak menjumpai masalah, tidak seperti di bagian pertama novel Dilan yang terkesan lebih ceria.

Dilan yang masih jadi cowok bandel tapi pinter ini semakin larut dalam geng motornya. Lia, panggilan si Milea mulai menasihati Dilan supaya tidak terlalu bandel lagi , tapi jawaban Dilan hanya : 'Kamu pikir bandel itu gampang? Susah. Harus tanggung jawab sama yang dia udah perbuat.'
Kata-kata Dilan ini masih bisa diterima oleh Lia, Lia juga semakin cinta dengan Dilan karena dia bisa mengubah pemikiran Lia dan menjadikan hidup Lia semakin asik. Ketika Dilan mengucapkan kata-kata lucu, Lia sering tertawa dan lebih sering tersenyum. Betapa bahagia itu sederhana ketika melihat Dilan bisa membahagian Lia dengan candaan jahilnya dan dengan jalan-jalan menggunakan motor Dilan.

Tapi, Lia yang sejak dulu sudah banyak disukai dan didekati oleh banyak cowok dan Dilan yang terus menerus terkena masalah membuat hubungan mereka semakin rumit. Lia yang tidak ingin Dilan terlibat masalah, Dilan yang tidak ingin kebebasannya dikekang membuat mereka berdua harus mengambil sebuah keputusan. Konflik demi konflik dialami Lia dan Dilan sampai Dilan sempat masuk dalam tahanan, beberapa orang baru mulai hadir di kehidupan Lia seperti Yugo. Suatu ketika, teman Dilan bernama Akew terbunuh, Dilan sebagai seorang sahabat harus ikut membalas dendam. Lia yang sebenarnya sangat menyayangi Dilan terpaksa pura-pura memutuskan Dilan supaya Dilan tidak melakukan hal-hal berbahaya lagi. Tapi apa yang sudah dikatakan Lia ternyata berakibat fata. Ending cerita dari Dilan bagian kedua ini sebenarnya sudah bisa ditebak, tapi cara penyampaian ceritanya yang ternyata tidak terduga. Dari sini Lia dan Dilan, dan juga para pembaca bisa memahami kata-kata yang tertulis pada bagian sampul buku : 'Tujuan pacaran adalah untuk putus. Bisa karena menikah, bisa karena berpisah.'

Sunday, 16 April 2017

Resensi Buku (Novel) The Architecture of Love - Ika Natassa






The Architecture of Love, Sebuah Rancang Bangun Cinta

Dari pertama melihat sampul novel ini sebenarnya sangaat menarik, berbeda dengan sampul novel lainnya, kali ini gambarnya adalah sketsa kota New York yang berwarna, cocok dengan judul novelnya : The Architecture of Love. Sebenarnya kalau sudah suka dengan salah satu novel karya Ika Natassa pasti tidak akan ragu membeli novel lainnya, karena bisa dikatakan karya Ika Natassa memiliki ciri khas yang membuat satu karya dengan karya lainnya terlihat mirip. Hal itu justru yang membuat saya menunda untuk membeli buku karangan Ika Natassa yang satu ini, tapi akhirnya saya luluh juga karena ingin membaca buku tentang arsitektur tapi yang tidak terlalu berat, dan akhirnya buku ini saya beli juga ketika saya menyempatkan diri jalan-jalan ke toko buku sebelum pergi ke bandara terminal.
Baik, mari sekarang kita bahas mengenai novel metropop ini. Dari judulnya saja terlihat romantis, The Architecture of Love, Arsitektur Cinta. Widih, bagaimana itu, arsitektur dari sebuah cinta, kata yang bahkan seorang filsufpun susah untuk mendefinisikannya. Ternyata yang dimaksud di sini adalah mengenai kisah percintaan dua orang manusia yang sedang tinggal di New York bernama Raia dan River. Raia, seorang penulis yang mengalami writer's block atau kebuntuan dalam menulis ini memutuskan untuk pergi ke New York dengan tujuan mencari ide dan menghilangkan kebuntuannya dalam menulis yang sudah dia alami hampir dua tahun. Cari ide menulis sampai ke New York, bayangkan. Kalau saya paling beli es krim lima ribuan biar bisa nulis lagi. Abaikan.

Nah, di New York itulah dia bertemu dengan River, laki-laki penuh misteri yang akhirnya membuat Raya bisa lebih menikmati kota New York nantinya. River ini adalah tipe laki-laki yang cool, kenapa di novel-novel laki-laki tokoh protagonisnya kebanyakan adalah laki-laki cool? Yaa mungkin kalau yang digambarkan laki-laki genit suka caper di medsos auranya langsung bubar kali ya. River adalah seorang arsitek di Jakarta, sedangkan Raia adalah penulis best seller yang juga tinggal di Jakarta. Raia dan River sama-sama menyimpan rahasia kehidupan yang membuat mereka seakan putus asa. Namun, ketika mereka berdua bertemu di New York, mereka seperti saling menemukan kebahagiaan kembali. River mampu menunjukkan hal-hal menarik selama di New York, tidak lain dan tidak bukan mengenai berbagai arsitektur bangunan yang ada di kota itu. Lambat laun Raia mulai menemukan semangat kembali untuk menulis dengan adanya River yang sering menghambiskan waktu dengannya untuk menjelajah New York, Raia akan menulis cerita sedangkan River akan membuat sketsa apapun yang menarik perhatiannya terutama bangunan-bangunan yang sedang mereka kunjungi.

Dan yang terjadi jika sudah ada laki-laki dan perempuan yang bersama-sama dalam jangka waktu cukup lama adalah jatuh cinta. Raia dan River mulai jatuh cinta satu sama lain, tapi cinta yang mereka jalani tidak semudah itu. Rahasia hidup yang mereka milikilah yang membuat tembok di antara cinta mereka. Rahasia hidup seperti apakah itu? Pasti akan lebih menarik jika teman-teman membacanya langsung di novelnya. 

Sebenarnya untuk novel Ika Natassa kali ini agak biasa dibanding dengan A Verry Yuppy Wedding dan Critical Eleven, ini menurut saya lho yaaa. Jadi jalan ceritanya mudah ditebak, mungkin karena cerita ini dulunya adalah cerita bersambung di Twitter sehingga polling pembaca akan mempengaruhi jalan cerita ini. Tapi, sejak awal saya mengira sosok River ini mirip salah satu sosok selebriti Indonesia, dan ternyata di akhir buku Ika Natassa menyebutkan aktor tersebut yang menginspirasinya dalam tokoh River. Yang unik dalam novel ini adalah keterkaitannya dengan novel Critical Eleven, bagi yang sudah membaca Critical Eleven pasti masih melekat cerita antara Anya dan Ale. Raia memiliki nama belakang Risjad yang mana mengingatkan saya pada Aldebran Risjad alias Ale si tokoh utama dalam Critical Eleven, tapi saat itu saya tidak terlalu memikirkan kemiripan nama itu. Mungkin si penulis memang suka menggunakan nama Risjad. Tapi, di bagian akhir novel, surprise! Ternyata Raia Risjad memang masih memiliki hubungan kerabat dengan Ale Risjad. Di sini diceritakan pernikahan Harris yang ketika di novel Critical Eleven baru diceritakan proses lamarannya. Diceritakan pula anak Ale dan Anya yang telah lahir dan menjadi penyatu antara Ale dan Anya. Nah untuk ending antara Raia dan River sepertinya memang harus membaca sendiri supaya bisa menyimpulkan sendiri juga, yang jelas akan ada banyak surprise di dalam novel ini.

Overall, lumayan menghibur membaca The Architecture of Love, saya jadi mendapat ilmu seputar dunia aristektur dan terutama menambah wawasan saya mengenai kota New York. Tapi untuk kisah cintanya, sepertinya kurang mendebarkan seperti di novel sebelumnya. At least, karya Ika Natassa tetap salah satu yang akan terus saya tunggu-tunggu kehadirannya.

Sunday, 9 April 2017

Resensi Buku (Novel) 'Tentang Kamu' Karya Tere Liye



Ketika melihat sampul novel berjudul Tentang Kamu ini, hal pertama yang terlintas di benak saya adala : tidak nyambung. Apa hubungannya novel romantis dengan gambar sepatu tua? Kemudia saya meragukan, apakah novel ini akan jadi saya beli atau tidak. Namun, untuk yang pernah membaca novel Tere Liye, tentu tidak aka meragukan lagi kualitas tulisan dari Tere Liye. Maka saya tidak jadi ragu, saya justru berfikiran kalau novel ini pasti tidak se-mainstream yang dikira orang-orang, jangan-jangan novel ini bukan novel roman percintaan meskipun judulnya mengisyaratkan hal itu.

Mulailah pengembaraan membaca saya dimulai. Cerita diawali dengan perjuangan seorang pengacara muda yang tinggal di London namun ternyata berasal dari Indonesia dalam menuntaskan misteri mengenai menemukan ahli waris dari perempuan kaya asal Indonesia yang baru saja meninggal. Meskipun kekayaannya sangat besar, namun nama perempuan itu tidak pernah terdengar sehingga menjadi perjuangan sendiri untuk menelusuri jejak kehidupan perempuan kaya yang bernama Sri Ningsih itu. Akhirnya perjuangan sang pengacara muda membawa kita pada cerita kehidupan Sri Ningsih yang sangat menarik, cerita utama sebenarnya dari novel ini. Benar saja, ternyata ini bukan novel mengenai percintaan biasa, ini adalah kisah mengenai perjuangan, lika-liku hidup, dan indahnya jalan takdir seorang perempuan yang bahkan tidak pernah diperhitungkan oleh siapapun sebelumnya. Salah satu hal yang saya suka dari tokoh-tokoh novel yang ditulis oleh Tere Liye adalah karakteristiknya. Jika di novel lain tokoh utamanya adalah perempuan/laki-laki yang memiliki kesempurnaan fisik baik itu cantik maupun tampan, Tere Liye tidak ragu untuk menggambarkan bahwa tokoh utamanya adalah orang yang biasa saja, bahkan cenderung tidak menarik bagi pandangan masyarakat umum. Tokoh utama di novel Tere Liye memiliki kekuatan karakter saat dia sudah berhasil dalam perjuangannya, fisik yang menarik bukan lagi menjadi fokus utama.

Sri Ningsih, gadis yang tumbuh di sebuah pulau kecil bersama ayah dan ibunya, namun malang ibu Sri Ningsih kemudian meninggal. Ayah Sri Ningsih menikah lagi dengan seorang gadis, dari sinilah kemalangan hidup Sri Ningsih dimulai. Awalnya ibu tirinya itu sangat menyayanginya, namun lalu Ayah Sri meninggal, dia dianggap sebagai anak pembawa bencana. Hidup Sri yang sudah tidak karuan itu kemudian membawanya tinggal di Jawa bersama adik hasil dari pernikahan Ayahnya dengan ibu tirinya. Ibu tiri Sri yang sudah membuat hidup Sri selama bertahun-tahun tersiksa itu meninggal di rumahnya sendiri akibat kebakaran. Ketika tinggal di Jawa, Sri mengalami pengalaman hidup yang luar biasa, bahkan ia juga mengalami peristiwa '65 yang membuat ia dikejar keanehan selama bertahun-tahun sampai ia meninggal di dunia nantinya di Paris.

Sri hidup merantau ke Jakarta setelah peristiwa '65. Di bagian inilah saya rasa cerita Sri tidak hanya mengandung motivasi namun juga memuat pelajaran berbisnis. Sri diceritakan berhasil merintis usaha berjualannya, hingga perjalanannya menjadi pengusaha yang naik turun. Tidak melulu mengenai perjuangan hidup, novel ini juga menceritakan kisah romantis antara perjumpaan Sri dengan laki-laki yang kelak menjadi suaminya. Fisik Sri yang tidak terlalu menarik (menurut standar industri kecantikan), membuat kisah cinta ini tidak seperti kisah cinta pada umumnya. Petualangan Sri juga berlanjut ketika ia tinggal di Inggris, hingga pindah ke Perancis. Kita benar-benar akan menikmati setting tempat yang berbeda-beda ini.
Saya puas membaca novel Tentang Kamu, isinya yang 'kaya; membuat kita tidak bosan mengikuti alur isinya. Membuat kita mengubah definisi bahwa romantis tidak hanya tentang cinta. Bahwa cinta tidak hanya berisi hal-hal yang manis.

Tuesday, 21 June 2016

Resensi Buku Shopaholic To The Rescue



Berpetualang di Las Vegas Bersama Si Gila Belanja


Serial Shopaholic telah mencapai seri ke delapan! Bagi yang mengikuti serial ini dari awal tentu sudah tidak sabar untuk membaca kelanjutan kisah Becky, si gila belanja atau shopaholic yang menjadi tokoh utama dalam novel ini. Atau setidaknya bagi yang pernah menonton film dari seri pertamanya yaitu ‘Confessions Of A Shopaholic’, pasti penasaran bagaimana kehidupan Becky saat ini yang sudah tidak lajang lagi dan memiliki seorang anak lucu bernama Minnie. Novel seri ke delapan berjudul ‘Shopaholic To The Rescue’ ini terbit tidak lama setelah seri ke tujuh ‘Shopaholic To The Stars’ terbit. Dengan sampul buku berwarna hijau dan ukuran lebih besar dari ukuran serial ke satu sampai enam (meskipun sekarang serial ke satu sampai enam telah dicetak ulang dengan ukuran besar sama seperti seri ke tujuh dan delapan), membuat novel ini terlihat menarik meskipun ketebalannya lebih tipis dari seri ke enam.
Judul ‘Shopaholic To The Rescue’ tertulis besar di sampul novel dengan warna ungu, di bawahnya ada nama Shopie Kinsella sebagai penulis yang juga ditulis dengan ukuran huruf besar. Lalu ada judul tambahan dalam Bahasa Indonesia yang ditulis lebih kecil yaitu ‘Si Gila Belanja Ke Las Vegas’. Cerita ini adalah lanjutan dari novel ‘Shopaholic To The Stars’ yang memiliki ending menggantung. Biasanya setiap novel dari serial ini pasti berakhir dengan ‘happy ending’, tapi untuk seri ke tujuh endingnya membuat pembaca penasaran sehingga mau tidak mau ingin segera membaca kelanjutannya yaitu serial ke delapan. Sepertinya itu yang membuat serial ke tujuh cepat terbit. Tulisan di sampul novel dicetak agak timbul, jadi mudah membedakan antara yang asli dengan versi bajakan.
Masih dengan lika liku kehidupan Becky Brandon (dulu bernama Becky Bloomwood) yang penuh dengan kejutan, masalah, dan ketegangan namun tetap kocak dan mau tak mau membuat saya sebagai pembaca sering senyum-senyum sendiri meskipun sedang membaca di bagian yang menegangkan. Hal itulah yang membuat saya sangat menggemari serial Shopaholic ini, penulis benar-benar membuat karakter Becky menjadi karakter yang kuat meskipun dia bukanlah orang sempurna. Becky benar-benar berbeda dari tokoh utama perempuan dalam novel lain yang pernah saya baca. Juga berbeda dari tokoh-tokoh dalam novel lain yang ditulis oleh Sophie Kinsella. Semacam tokoh spesial. Apalagi dari seri pertama hingga seri ke tujuh ini, Sophie Kinsella sangat konsisten terhadap sifat-sifat Becky dan tokoh-tokoh lain yang khas.
Becky Brandon yang dari dulu adalah seorang gila belanja dan sering terjerat utang telah melalui beberapa fase kehidupan sehingga dia sekarang telah menikah dan memiliki seorang anak. Becky yang memiliki nama lengkap Rebecca selalu ingin sahabatnya yaitu Suze selalu menemani setiap kegiatannya. Hingga saat Becky pindah ke LA, dia juga ingin Suze tinggal beberapa waktu di LA agar mereka bisa merasakan gemerlapnya Hollywood bersama-sama. Namun, sejak kedatangan Suze ke LA, masalah malah semakin berdatangan. Suami Suze, Tarquin tiba-tiba bersikap aneh sejak kenal dengan seorang pelatih di pusat pengembangan jiwa. Ayah Becky yang memiliki teman lama di LA tiba-tiba datang jauh-jauh dari Inggris ke LA untuk bertemu dengan temannya itu. Sedangkan Becky yang selama ini terobsesi dengan dunia glamour, ketenaran, dan ingin sekali menjadi penata gaya artis seperti melupakan keluarga dan sahabatnya, dia lebih mementingkan bertemu dengan artis papan atas Hollywood agar karirnya bisa segera menanjak.
Tiba-tiba Tarquin dan Ayah Becky menghilang. Semua menyalahkan Becky, dia dianggap tidak peduli pada masalah ayahnya sendiri sehingga ayahnya pergi dengan mengajak Tarquin untuk mencari teman lamanya. Anehnya, mereka berdua tidak bisa dihubungi. Kemungkinan mereka pergi bersama pelatih pusat pengembangan jiwa yang juga atlet voli. Semacam diajak masuk sebuah sekte atau apa. Hingga akhirnya Ibu Becky, dan tetangganya bernama Janice datang ke LA juga untuk mencari suaminya. Ini membuat Becky semakin stress, semua orang seperti menyudutkannya dan menuduhnya bertanggung jawab atas semua ini. Untung saja suami Becky yaitu Luke mau menemani Becky mencari ayahnya dan Tarquin setelah sebelumnya mereka sempat bertengkar hebat (di serial Shopaholic To The Stars). Yang membuat Becky semakin sedih, Suze sahabatnya ikut menyalahkan Becky dan melakukan gerakan permusuhan bersama Alicia yang daridulu adalah musuh Becky. Alicia dekat dengan Suze karena ia adalah pemilik pusat pengembangan jiwa yang mempekerjakan Bryce, pelatih yang diduga mencuci otak Tarquin dan pergi bersama Ayah Becky. Tapi Becky masih curiga pada Alicia karena mereka dulu sempat bermusuhan, pasti Alicia tidak tulus membantu Suze untuk menemukan suaminya.
Bagaimanapun mereka semua (Becky, Luke, Suze, Ibu Becky, dan Janice, Alicia ditambah Minnie, anak Becky dan Luke) harus melakukan pencarian. Mereka menuju Las Vegas berdasarkan petunjuk terakhir yang diperoleh. Di Las Vegas inilah keseruan dimulai. Mulai dari pemandangan alam Las Vegas yang berbeda dari Inggris, Kasino, Judi, dan ketegangan menjadi satu. Dengan naik mobil RV, mereka juga melanjutkan perjalanan ke Sedona untuk mencari petunjuk terakhir ketika mereka sudah hampir putus asa.
Ketika membaca novel, bukan hanya cerita seru yang kita dapat, namun juga pengetahuan baru yang belum tentu kita dapat kalau bukan karena membaca novel. Misalnya siatuasi Las Vegas dan pesta seni yang diadakan di sana. Keseruan stand-stand yang ada serta pertunjukan dan kompetisi yang unik adalah suatu pengetahuan baru. Petualangan Becky dalam mencari ayahnya memang paling banyak terjadi di Las Vegas. Akankah mereka menemukan Tarquin dan Ayah Becky, kenapa mereka mendadak aneh? Mungkinkah benar mereka masuk dalam suatu sekte karena terpengaruh Bryce?
Seperti biasa, serial ini begitu mengasyikkan. Tak ada kata lain selain : Kalian harus membacanya! Meskipun novel ini adalah serial yang berkesinambungan, tapi tenang saja, sang penulis tidak akan membuat pembaca bingung meskipun mereka belum pernah membaca serial sebelumnya. Tidak sabar untuk menunggu kelanjutan serial Shopaholic lagi!